Batubara
23 September 2006
Batubara adalah batuan yang mudah terbakar yang lebih dari 50% -70% berat volumenya merupakan bahan organik yang merupakan material karbonan termasuk inherent moisture. Bahan organik utamanya yaitu tumbuhan yang dapat berupa jejak kulit pohon, daun, akar, struktur kayu, spora, polen, damar, dan lain-lain. Selanjutnya bahan organik tersebut mengalami berbagai tingkat pembusukan (dekomposisi) sehingga menyebabkan perubahan sifat-sifat fisik maupun kimia baik sebelum ataupun sesudah tertutup oleh endapan lainnya.
Proses pembentukan batubara terdiri dari dua tahap yaitu tahap biokimia (penggambutan) dan tahap geokimia (pembatubaraan).
peatification coalification
Endapan organik Gambut Batubara
Biokimia geokimia
Tahap penggambutan (peatification) adalah tahap dimana sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi reduksi di daerah rawa dengan sistem pengeringan yang buruk dan selalu tergenang air pada kedalaman 0,5 – 10 meter. Material tumbuhan yang busuk ini melepaskan H, N, O, dan C dalam bentuk senyawa CO2, H2O, dan NH3 untuk menjadi humus. Selanjutnya oleh bakteri anaerobik dan fungi diubah menjadi gambut (Stach, 1982, op cit Susilawati 1992).
Tahap pembatubaraan (coalification) merupakan gabungan proses biologi, kimia, dan fisika yang terjadi karena pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya, temperatur, tekanan, dan waktu terhadap komponen organik dari gambut (Stach, 1982, op cit Susilawati 1992). Pada tahap ini prosentase karbon akan meningkat, sedangkan prosentase hidrogen dan oksigen akan berkurang (Fischer, 1927, op cit Susilawati 1992). Proses ini akan menghasilkan batubara dalam berbagai tingkat kematangan material organiknya mulai dari lignit, sub bituminus, bituminus, semi antrasit, antrasit, hingga meta antrasit.
23 Maret 2007 pukul 1:06 pm
Saya ingin mengetahui hubungan antara ukuran partikel batubara dengan kualitasnya.
Tolong kirimkan pustakanya juga ya.
Mahasiswa Departemen Kimia
FMIPA UI
11 April 2007 pukul 10:13 am
tolong kirimkan saya artikel tentang keramik elektronil
9 Mei 2007 pukul 5:27 pm
saya bukan mauberkomentar,tapi ingin menanyakan hal tentang batubara.saya ingin mengetahui unsur_unsur penyusun batubara sehingga batubara tersebut dapat digunakan sebagai pengganti agregat dalam pembuatan beton untuk suatu kostruksi bangunan, dalam hal ini batubara yang dugunakan adalah batubara hasil pembakaran?
16 Juni 2007 pukul 4:10 am
relokasi lahan setelah penambangan perl diperhatikan oleh produsen batubara
8 Juli 2007 pukul 9:48 am
Boleh minta data lengkap jenis batubara yaitu dari deskripsi lurgi sampai manfaat dan kandungan lurgi
11 Juli 2007 pukul 7:02 am
Saya ingin mengetahui mengenai dampak pemanfaatan batu bara terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Bagaimana membuat tempat penyimpanan yang aman karena batu bara mudah terbakar.
Bagaimana design teknis yang baik.
Bisakah saya mendapat informasi tentang hal-hal tersebut.
19 Juli 2007 pukul 3:22 am
Saya orang awam, sangat tertarik dgn tulisan yg membahas mengenai batu bara cair. Mengingat sekarang ini tahap krisis energy fosil sudah mengkhawatirkan. Paling tidak dgn adanya wacana pengembangan dan pemanfaatan batu bara cair akan menjadi salah satu alternatif substitusi energi yang ketersediaannya sangat dinantikan.
Pertanyaannya, apa itu batu bara cair; kapan riset & pengembangannya dimulai; kapan dan bagaimana batu bara cair akan dapat diaplikasikan bagi kemanfaatan manusia. Dapatkah dan bagaimana cara batu bara cair dapat dimobilisasikan dan diperdagangkan, mengingat pekerjaan saya sekarang ini adalah trading di bidang energy batu bara. Sekian dan Terima kasih.
7 September 2007 pukul 5:40 am
batu metemorfik…bagaimana dengan batu metarmofik..prosesnya..
28 September 2007 pukul 4:17 pm
Saya awam dengan Batubara, tetapi makan dan hidup saya dari usaha penjualan dan penambangan batubara, karena lingkungan tempat lahir saya berjibun dengan batubara, namun demikian apa salahnya saya ingin mengetahui perhitungan analisa biaya penambangan batu bara yang benar, serta tehnik penambangan yang benar. Lain dari itu bagaimana mengatasi perting atau agregat lain yang ada pada batu bara agar kualitas batubara benar-benar dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Salam.
8 Oktober 2007 pukul 8:27 am
saya ingin menanyakan, apakah gambut yang mengandung asam fulvat dapat dijadikan absorben logam berat seperti Cd dan Ni? jika ada bahan tulisan atau skripsi yang telah meneliti itu,saya minta informasikan ke saya? karena saya tertarik sekali dengan pemafaatan gambut.
15 Nopember 2007 pukul 10:11 am
saya ingin menanyakan, tentang RED MUD?baik itu proses pembuatan maupun reaksinya?karena kebetulan RED MUD salah satu katalis untuk pencairan batubara..Terima kasih
1 Desember 2007 pukul 9:47 am
tolong kirimkan artikel tentang pembuatan batu bara
14 Maret 2008 pukul 6:37 pm
saya ingin bertanya kepada semuanya….!
saat ini dunia sedang membahas tentang pengurangan penggunaan batubara untuk industri karena berpengaruh besar terhadap global warming…
yang saya ingin tanyakan kenapa ketika dunia sedang berusaha untuk mengurangi penggunaan batubara kita semua disini masih menganggap bahwa batubara sebagai energi alternatif….??
mohon jawabannya …!
by..:org yg krg tw ingin tw
9 Mei 2008 pukul 3:08 am
salaam,
saya berminat untuk berivestasi dibidang explorasi penambangan batubara, adakah rekan yang bisa membantu saya memberi informasi detail mengenai fs perhitungan analisa biaya penambangan batu bara, tehnik penambangan, perizinan dan penguasaan lahan yang diperlukan.
mohon kiranya informsi dapat dikirim ke email saya : bahtiar27@yahoo.com
salam.
13 Juli 2008 pukul 3:38 pm
maaf mas..
saya ingin menanyakan nilai lhv batubara muda (lignit)?
thank’s
14 Juli 2008 pukul 8:59 am
Salam,
Saya mau menyakan tentang perbedaan antara adb,db,ar dll. baik secara kondiai maupun mengenai prosentasi kandungannya baik air,abu,zat terbang dll.
Thank’s..