PENINGKATAN KUALITAS BATUBARA INDONESIA BERKADAR RENDAH (UPGRADING INDONESIAN LOW GRADE COAL)

12 September 2003

Oleh:

Harijanto Soetjijo, Ulum A. Gani, Dewi Fatimah,

R. Amelia, Fuad Saebani, dan Zaenal

 

Sari 

Konsumsi batubara di Indonesia terus meningkat seiring dengan irama pembangunan nasional dan bertambahnya penggunaan energi.  Indonesia memiliki 36 milyar ton cadangan sumber daya batubara, tetapi sebagian besar daripadanya merupakan batubara yang termasuk pada jenis berkadar rendah. Penggunaan batubara berkadar rendah kurang disukai dan terbatas dibandingkan dengan jenis batubara bituminous atau antrasit dan penggunaannya untuk jangka panjang mengakibatkan dampak negatip terhadap lingkungan. Peningkatan kualitas batubara berkadar rendah dapat memberikan kontribusi yang sangat besar artinya baik bagi pihak produsen batubara karena nilai jual batubara yang bertambah maupun bagi masyarakat umum misalnya karena menurunnya jumlah polutan dari hasil pembakaran batubara. Studi peningkatan mutu batubara dengan metoda “shock expansion” untuk tahun pertama (2003) ini ditujukan untuk meneliti efek dari proses shock expansion terhadap struktur batubara pada umumnya dan pori-pori batubara pada khususnya. Diharapkan proses tersebut mampu memperbaiki kualitas batubara ditinjau dari kandungan air; abu, karbon terikat, zat terbang sehingga diperoleh mutu batubara yang makin baik. Hasil percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa proses shock expansion mampu memperbaiki kualitas batubara sub bituminous yang diperoleh dari daerah Bayah, Sukabumi. Berdasarkan percobaan yang diterapkan pada batubara Cimandiri ternyata proses mampu meningkatkan nilai kalorinya dari 6104 kal/Nm3 menjadi 7175 kal/Nm3 dan menjadi 7332 kal/Nm3 setelah diproses selama 24 jam dan 48 jam. Hal yang sama juga teramati pada batubara Cigagoler yang mengalami perbaikan mutu seperti yang diperlihatkan dengan naiknya nilai kalori dari 6284 kal/Nm3 menjadi 7097 kal/Nm3 setelah diproses selama 24 jam dan menjadi 7117 kal/Nm3 setelah diproses selama 48 jam.

14 Tanggapan to “PENINGKATAN KUALITAS BATUBARA INDONESIA BERKADAR RENDAH (UPGRADING INDONESIAN LOW GRADE COAL)”

  1. Nugroho Says:

    Mohon informasi untuk cara atau teknik untuk meningkatkan kualitas batubara.

  2. David Says:

    Mohon informasi lebih lanjut

  3. Muhammad Arif Says:

    Mohon informasi lebih lanjut mengenai cara peningkatan kualitas batubara indonesia yang akan digunakan pada PLTU Batubara dengan menggunakan sistem CFB (Circulating Fluidized Bed) Boiler, apakah design atau konstruksi unit pembangkit perlu dirubah atau bagaimana?. Tolong informasinya di alamat e-mail saya arif_mechanical03@yahoo.co.id
    Terima kasih sebelumnya.

  4. Fajar Says:

    tolong berikan informasi yang lengkap bagaimana meningkatkan kualitas batubara

    teima kasih

  5. hilarius Says:

    tolong info teknologi upgrade low coal menurunkan moisture

  6. James Says:

    Mohon informasi untuk cara atau teknik untuk meningkatkan kualitas batubara.

  7. Nurhayati Says:

    Teknology yang paling tepat untuk menurunkan kadar moisture pada low rank coal?

  8. haryanto Says:

    apakah ada perusahaan yg mau mengerjakan upgrade lowcoal langsung di tambang?
    saya berencana membuka tambang tapi hasilnya low coal dengan deposit 3-5 jt ton

    hc1228@yahoo.com

    THX

  9. nhyta Says:

    mohon penjelasan dn sistematika proses UBC,alat dan bhn yg digunakan jika ingin menerapkannya untuk skala lab n perusahaan kecil.
    terimakasih sebelumnya.


  10. Menarik sekali, bagaimana cara untuk mendapatkan detail bahan bacaan tersebut. Jika tidak keberatan detailnya mohon diemail ke ariojudo@yahoo.com. Terimakasih

  11. andi Says:

    Dahulu saya pernah berhubungan langsung dengan sang penemunya di bandung. UPGRADE COAL (UC_..)dengan berbagai jenis dan type mulai dari yang organik sampai yang murni kimiawi.Dari data yang saya tahu UPGRADE COAL (UC_..) itu memiliki beberapa kelebihan antaralain:

    -Ada yang tersedia dalam bentuk konsentrat (memudahkan dan menurunkan bea trasportasi bahan ke lapangan/field/pabrik).dengan demikian tidak lagi menggunakan expedisi dan kapal laut -(penghematan besar).Sebagai gantinya konsentrat dapat di bawa dengan pesawat terbang/dalam tas.

    -Mengandung sejenis bahan pengikat logam berat (ikat-buang) shg kadar Logam berat dan sulfhur lebih rendah.
    – Menurunkan kadar air,sehingga otomatis meninmgkatkan kalori per satuan berat bobot kering (>1000 kal),ditambah additive carbotec material.
    – sebagai pengaman-coat,digunakan coatec organik/kimia yang mampu menahan laju infiltrasi kadar air dari luar/kelembaban serta tahan terhadap proses dekomposisi oleh mikroba,kapang dan khamis yang sangat aktif mendegradasi carbon.
    dst.

    penjelasan lengkap silahkan hub saja ybs di Hp :081 910 666696

  12. andi Says:

    UPGRADER COAL

    Dahulu saya pernah berhubungan langsung dengan sang penemunya di bandung. UPGRADE COAL (UC_..)dengan berbagai jenis dan type mulai dari yang organik sampai yang murni kimiawi.Dari data yang saya tahu UPGRADE COAL (UC_..) itu memiliki beberapa kelebihan antaralain:

    -Ada yang tersedia dalam bentuk konsentrat (memudahkan dan menurunkan bea trasportasi bahan ke lapangan/field/pabrik).dengan demikian tidak lagi menggunakan expedisi dan kapal laut -(penghematan besar).Sebagai gantinya konsentrat dapat di bawa dengan pesawat terbang/dalam tas.

    -Mengandung sejenis bahan pengikat logam berat (ikat-buang) shg kadar Logam berat dan sulfhur lebih rendah.
    – Menurunkan kadar air,sehingga otomatis meninmgkatkan kalori per satuan berat bobot kering (>1000 kal),ditambah additive carbotec material.
    – sebagai pengaman-coat,digunakan coatec organik/kimia yang mampu menahan laju infiltrasi kadar air dari luar/kelembaban serta tahan terhadap proses dekomposisi oleh mikroba,kapang dan khamis yang sangat aktif mendegradasi carbon.
    dst.

    penjelasan lengkap silahkan hub saja ybs di Hp :081 910 666696

  13. Andi Rivai Says:

    baik sekali

  14. Andrian Arisandy Says:

    Saya mahasiswa Teknik Pertambangan Unmul
    saya telah melakukan Upgrading, nilai kalori memang meningkat. Namun nilai Fixed Carbonnya turun

    yang saya pertanyakan, apakah hal itu wajar dalam suatu proses upgrading ?
    Bukan kah nilai fixed carbon itu berpengaruh besar terhadap nilai kalori ?

    Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: