UJI MEKANIK

7 Oktober 2006

Selain analisis kimia, juga dilakukan  sejumlah tes untuk menentukan parameter fisik batubara, seperti  uji densitas relatif , distribusi ukuran partikel, dll.

 

1. Densitas relatif:

Densitas relatif batubara tergantung pada rank dan  mineral pengotornya. Data densitas relatif diperlukan untuk membuat sampel komposit dalam menentukan banyaknya asap (seam). Selain itu diperlukan juga sebagai faktor penting dalam mengubah cadangan batubara dari unit volume menjadi unit massa.

Penentuan dilakukan dengan menghitung banyaknya kehilangan berat pada saat dicelupkan ke dalam air. Cara terbaik adalah dari data berat batubara dengan menggunakan piknometer. Grafik di bawah ini memberikan hubungan antara densitas relatif terhadap kandungan abu untuk batubara dan serpih karbon di cekunagn Agades.

 

2. Distribusi Ukuran Partikel:

Distribusi ukuran pertikal pada batubara yang rusak tergantung pada metode penambangan, cara penanganannya, serta derajat perekahan material tersebut. Distribusi ukuran merupakan faktor kritis yang dapat menunjukkan bagian tumbuhan penyusunnya. Penentuan dilakukan dengan metode ayakan. Grafik data pengeplotan menghasilkan data rata-rata ukuran partikel dan derajat keseragaman partikel.

 

3. Uji Pengapungan (Float-sink testing):

Uji ini dilakukan untuk menentukan distribusi densitas partikel sampel dengan cara mencelupkan sampel batubara ke dalam larutan yang diketahui densitas relatif. Selain itu dilakukan juga penelitian lain seperti penghitungan energi spesifik.

Larutan yang digunakan biasanya mempunyai densitas berkisar antara 1,3 – 2,0. Campuran larutan organik ini antara lain tetrabromoethane (R.D.2,89), perchlorethylene (R.D.1,60), dan Toluena (R.D.1,60) yang sering digunakan karena viscositasnya rendah dan sifat pengeringan yang baik.  

Grafik yang diplot menunjukkan persentase material yang mengapung dan yang tenggelam yang dihitung dalam basis kumulatif. Akhirnya dapat digunakan untuk menentukan fraksi pengapungan dengan kandungan spesifik abu.

 

4. Uji Kerusakan Serpih (Shale breakdown test):

Ada beberapa masalah pada saat ekstraksi batubara, misalnya akibat pengotor (abu,dll) yang biasanya diakibat oleh hadirnya mineral lempung, contoh montmorilonit pada komponen non-batubara. Jumlah shale breakdown didapat dari proporsi material yang ditentukan dengan analisis sedimentasi residu. 

 

 

UJI LAINNYA UNTUK KARBONISASI

Karbonisasi adalah proses pemanasan batubara pada  temperatur beberapa ratus derajat untuk menghasilkan material-material:

  1. Padatan yang mengalami pengayaan karbon yang disebut coke.
  2. Larutan yang merupakan campuran hidrokarbon “tar” dan amoniacal liquor.
  3. Hidrokarbon lain dalam bentuk gas yang didinginkam ke temperatur normal.

 

1. Free Swelling Index:

Tes ini dilakukan untuk menentukan angka peleburan dengan cara memanaskan sejumlah sampel pada temperatur peleburan normal (kira-kira 800°C). Setelah pemanasan atau sampai semua semua volatile dikelurkan, sejumlah coke tersisa dari peleburan. Swelling number dipengaruhi oleh distribusi ukuran partikel dan kecepatan pemanasan.

 

2. Tes karbonisasi Gray-King dan tipe coke:

Tes Gray-King menentukan jumlah padatan, larutan dan gas yang diproduksikan akibat karbonisasi. Tes dilakukan dengan memenaskan sampel didalam tabung tertutup dari temperatur 300°C menjadi 600°C selama 1 jam untuk karbonisasi temperatur rendah atau dari 300°C menjadi 900°C selama 2 jam untuk karbonisasi temperatur tinggi.    

 

3. Tes Karbonisasi Fischer:

Prinsipnya sama dengan metode Gray-King, perbedaan terletak pada peralatan dan kecepatan pemanasan. Pemanasan dilakukan di dalam tabung alumunium selama 80 menit. Tar dan liquor dikondensasikan ke dalam air dingin. Akhirnya didapatkan persentase coke, tar dan, air sedangkan jumlah gas didapat dengan cara mengurangkannya. Tes Fischer umum digunakan untuk batubara rank rendah (brown coal dan lignit) untuk karbonisasi temperatur rendah.   

Data perbandingan Tes Gray-King dan Fischer:

 

4. Plastometer Gieseler:

Plastometer Gieseler adalah viskometer yang memantau viscositas sampel batubara yang telah dileburkan. Dari tes ini direkam data-data sbb:

  1. Initial softening temperature.
  2. Temperatur viscositas maksimum
  3. Viskositas maksimum.
  4. Temperatur pemadatan resolidifiation temperatur.

 

5. Indeks Roga:

Indeks Roga menyatakan caking capacity. Ditentukan dengan cara memanaskan  1 gram sampel batubara yang dicampur dengan 5 gram antrasit pada 850°C selama 15 menit.

 

6. Tes lain yang dilakukan:

Biasanya dilakukan untuk menentukan:

  1. Komposisi kimia (analisis proksimat, total belerang, analisis abu,dll)
  2. Parameter fisik (distribusi ukuran, densitas relatif)
  3. Uji kekuatan.
  4. Tes Metalurgi.
About these ads

12 Tanggapan to “UJI MEKANIK”

  1. eko Berkata

    Tolong berikan jenis-jenis pengujian mekanik pada briket yang lainnya

  2. wahyu hidayat Berkata

    Saya mahasiswa jurusan fiska bumi UNSOED, kebetulan TA saya mau mengambil tentang uji mekanik batubara . minta tolong diberi alamat tempat uji mekanik batubara, dan berapa biayanya.

  3. vitus doni s.b Berkata

    saya mahasiswa jurusan tambang ITATS Surabaya,kebetulan kami kesulitan dalam praktikum uji mekanik, minta tolong dibantu tentang cara serta jenis alat yang digunakan.terima kasih

  4. R.Hasan Berkata

    Kebetulan di Perusahaan kami memakai Batu Baru untuk menghasilkan uapa dari Boilernya,,guna keperluan hal tsb adakan cara cepat dan tepat untuk melakukan cek / uji sampling untuk kualitas batu baru yg kami pakai

    • Herman Berkata

      salam kenal semua ,
      saya juga lagi mencari lembaga / pt yg menguji kandungan BATUBARA Mohon informasi nya,
      hp.081808900139

  5. haksoro Berkata

    Selamat pagi,
    Saya mohon dibantu untuk langkah-langkah pengecekan sample batubara berdasarkan visual maupun uji yang cepat terhadap nilai kalori, kandungan pasir, tanah, sulfur dll.
    Dan bisa disertakan rekomendasi alat uji (test kit) yang kiranya dapat untuk menguji batubara yang datang dari supplier sebelum diturunkan dari dump truck.
    Serta mohon dibantu foto atau gambar doumentasi yang bisa menunjukkan perbedaan kalori dan kandungan pasir, tanah/ lumpur dalam batubara.
    Terimakasih

  6. Agus Berkata

    Mohon dibatu, kalau untuk mengetahui batubara termasuk ke dalam jenis coking coal, uji apa saja yang dilakukan, dan berapa nilai minimum dari uji-uji lab itu sehingga sudah bisa dikatakan batubara jenis coking coal.
    Terima kasih

  7. adi susatya Berkata

    apa perbedaan FSI & CSN, apa yang dimaksud dengan swelling number dipengaruhi oleh distribusi ukuran partikel dan kecepatan pemanasan?

  8. dwi Berkata

    uji kualitas batubara yg cepat ya pake alat uji kalor (automatic calorimeter).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: